Artikel
Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Skala Lokal Desa Tahun 2025 Digelar di Desa Semangkung
Semangkung (23/12) - Desa Semangkung, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Skala Lokal Desa Tahun 2025 pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana yang kerap mengancam wilayah pegunungan Banjarnegara, seperti tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem.
Pelatihan berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh 30 peserta, yang merupakan anggota Desa Tangguh Bencana Desa Semangkung (DESMATANA). Para peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat desa yang selama ini terlibat aktif dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana di tingkat lokal.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu BPBD Kabupaten Banjarnegara serta Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Pejawaran. Kedua narasumber memberikan materi yang komprehensif dan aplikatif, mulai dari pemahaman dasar kebencanaan, potensi risiko bencana di wilayah Desa Semangkung, hingga langkah-langkah konkret yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Dalam pemaparannya, perwakilan BPBD Kabupaten Banjarnegara menekankan pentingnya kesiapsiagaan berbasis komunitas. Menurutnya, masyarakat desa adalah garda terdepan dalam penanganan awal bencana. “Kecepatan respons dan ketepatan tindakan di menit-menit awal sangat menentukan dampak yang ditimbulkan. Karena itu, kapasitas masyarakat harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Pejawaran menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan prosedur kesiapsiagaan. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan desa yang tangguh bencana. “Bencana bisa datang kapan saja, tetapi kesiapan adalah pilihan yang bisa kita bangun bersama,” ujarnya.
Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi interaktif dan simulasi sederhana terkait penanganan kondisi darurat. Para peserta diajak untuk memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, termasuk mekanisme komunikasi darurat, evakuasi mandiri, serta pemetaan titik rawan dan jalur evakuasi di wilayah Desa Semangkung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota DESMATANA Desa Semangkung semakin siap dan percaya diri dalam menjalankan peran sebagai relawan kebencanaan di tingkat desa. Selain itu, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana, sehingga masyarakat tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan adaptif terhadap risiko bencana.
Pemerintah Desa Semangkung berharap kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Skala Lokal Desa Tahun 2025 ini dapat memberikan dampak nyata bagi keselamatan dan ketangguhan masyarakat. Ke depan, pelatihan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Desa Semangkung yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana.

